Negara Terbaik Menemukan Pria Lajang

Bagi wanita lajang, cobalah melancong ke negara ini, siapa tahu bertemu jodoh di sana.

Jum'at, 15 Januari 2010, 12:40 WIB
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
Kencan (doc Corbis)

VIVAnews - Sebuah studi baru-baru ini menyatakan, pada 2020 akan ada 24 juta pria lajang di Cina. Kemungkinan, mereka akan terus melajang, karena jumlah wanita di negara Tirai Bambu itu tidak sebanding dengan jumlah kaum prianya.

Menurut penelitian, perbedaan signifikan antara jumlah wanita dan pria berawal dari kepercayaan, kelahiran bayi laki-laki sangat dinanti-nantikan keluarga. Kebijakan ini dimulai pada 1979. Sedangkan, bayi perempuan kerapkali tidak diterima di keluarganya. Akibatnya, banyak ibu hamil melakukan aborsi. Hasilnya, berdasarkan penelitian ini pertumbuhan kaum pria jauh lebih dominan dibandingkan jumlah wanita.

Rasio perbandingannya diperkirakan 130 pria dengan 100 wanita di beberapa daerah. Pemerintah Cina pun, menurut penelitian tampaknya tidak melakukan antisipasi menghadapi masalah ini. Sehingga bisa menyebabkan ancaman akan banyaknya generasi kamu pria masa depan yang lajang.

Bahkan, Akademi Ilmu Sosial di Cina menyatakan akan terjadi ketidakseimbangan gender. “Ini merupakan masalah demografis paling serius,” kata salah seorang peneliti. Akan banyak jiwa-jiwa kesepian yang lebih tergantung pada jaminan sosial. Dan, sumber daya rumah tangga yang bisa diandalkan akan semakin berkurang. Karena, rata-rata sumber daya rumah tangga di negara ini adalah kaum wanita.

Ramalan ini sempat meresahkan para peneliti. Masalahnya, untuk penduduk Cina di daerah pedesaan justru sangat mengandalkan anak-anak mereka untuk menegakkan kesejahteraan keluarga, ketimbang merelakan anaknya  menikah dan memiliki keturunan. Para peneliti takut kenaikan ini akan menyebabkan lebih banyak kejahatan, pelacuran paksa dan perdagangan perempuan.

Untuk itu, bagi para wanita lajang, mengapa tak melancong ke Cina untuk sekadar berlibur. Siapa tahu, sambil berlibur Anda menemukan jodoh pria lajang asal negara Tirai Bambu ini.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
5h!-eREn 4laY
19/01/2010
tiga komen beda kata, isinya sama duuhhh 5h!-eREn please dech..
Balas   • Laporkan
afnie azhari
18/01/2010
wah,,,keren tuh,,,info bagus buat negara qt,,,dari pada penyaluran TKW mulu,,,kenapa ga jadi penyalur biro jodoh aja,,,hehhe
Balas   • Laporkan
Widjaja
18/01/2010
Kerjasama saja dgn Coky Sihotang,bikin acara TV Take Me/Him Out IndoChina,bi la perlu acaranya tiap hari,yg Pria darisana.
Balas   • Laporkan
titin
18/01/2010
kalo gt pria & wanita sama2 penting kan makannya jgn suka ngebangain anak cowok, kalo gak ada cewek gak ada cowowk jd kan
Balas   • Laporkan
ABUNDANCE
18/01/2010
TUH INFO MENARIK TUH BUAT WANITA LAJANG.. SERBU TUH COWOK2 CINA & INI BISA MEMATAHAKAN REPUTASI YG MENYATAKAN PRIA BISA BERPOLIGAMI KRN JLH WANITA YG BYK DIBANDINGKAN PRIA.. TERNYATA..E..E...E.. TERNYATA, GO TO CINA! HAHAHAHAHA
Balas   • Laporkan
hoashi
18/01/2010
@ester: gila kali yaa..gak poligami, gak juga poliandri.. tapi, lebih jelek poliandri daripada poligami
Balas   • Laporkan
mel_zasa
18/01/2010
@Dennis: setuju banget. ganti jenis kelamin akan menjadi solusi yg tepat
Balas   • Laporkan
Abdurrohman
18/01/2010
Dunia sudah tua keseimbangan apapun akan mulai berubah jadi ayo kembali pd fitrah kita
Balas   • Laporkan
julian
18/01/2010
kualitas pria nya bagus ga?
Balas   • Laporkan
asita
17/01/2010
iya bagus dong . kalo pria lebih banyak daripada wanita . kalo perlu di indonesia juga lebih banyak prianya .. tapi jangan cara aborsi . kasian . :(
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial