Bahaya Mendengkur

Mendengkur memicu sejumlah penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung.

Kamis, 11 Maret 2010, 17:37 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
tidur mendengkur (inmagine)

VIVAnews - Mendengkur tidak boleh diremehkan. Gangguan tidur yang dalam istilah kedokteran disebut sleep apnoea itu terjadi akibat penyempitan saluran pernafasan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berakibat kematian.

Pakar gangguan tidur dari Rumah Sakit St George Sidney Australia, Dr. Peter Cistulli, mengatakan, penyempitan saluran pernafasan mengakibatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh terhambat.

Pada tingkat tertentu bisa membuat pernafasan terhenti (obstructive sleep apnoea). Kondisi ini bisa terjadi berulang kali dengan durasi sekitar 10-60 detik. "Dalam semalam orang yang mendengkur bisa berhenti bernafas sesaat sebanyak 300 kali," kata Cistulli.

Minimnya suplai oksigen membuat seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak, bekerja keras menjalankan fungsinya. Itulah mengapa, mendengkur dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung. Kadar oksigen yang fluktuatif dapat merusak lapisan sel dalam pembuluh darah.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika suara dengkuran terdengar semakin keras, tiba-tiba berhenti, dan disusul hentakan nafas. Kondisi itu memacu organ tubuh, terutama jantung, bekerja lebih keras untuk memasok oksigen. "Dan, saat terbangun biasanya akan merasa sakit kepala dan linglung," ujarnya.

Mengatasi dengkuran memang tak mudah. Namun, kita bisa meminimalkan gangguan itu dengan sejumlah tips berikut:

1. Tidur miring
Posisi tidur miring akan membuat aliran udara lebih lancar. Sementara tidur telentang atau tengkurap membuat organ pernafasan tertekan dan memicu dengkuran.

2. Kurangi berat badan
Berat badan berlebih menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mendengkur. Lipatan lemak di sekitar leher membuat aliran udara terhambat.

3. Kurangi konsumsi alkohol
Minuman keras dapat melemahkan sistem saraf di bagian rahang dan tenggorokan yang dapat memicu suara dengkuran.

4. Berhenti merokok
Racun yang terkandung dalam rokok memicu gangguan sistem pernafasan yang akhirnya memicu pola tidur mendengkur.

5. Pakai bantal tinggi
Posisi kepala lebih tinggi dari badan membuat pernafasan menjadi lebih lancar dan mencegah terjadinya dengkuran. (pet)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
shabriena alie
19/08/2010
hiiiyy serem juga ya dapat berakibat kematian. tapi kalau kecapekan apakah salah satu faktor mendengkur?
Balas   • Laporkan
informatiffffff beud cuy - thanks a lot
Balas   • Laporkan
lilyana
29/03/2010
Sekarang ada produk baru anti-dengkur dari Amerika masuk ke Indonesia namanya Ysnore.....dengkuran bisa hilang setelah pemakaian bbrp hari. Email ke info.ysnore@gmail.com atau hub 0888 0378 4100. Link: http://www.facebook.com/pages/YSnore-Indonesia/3354
Balas   • Laporkan
CANDRA
12/03/2010
Thanks your tips..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial