Empat Tanda Anda Terobsesi Makanan

Jika seseorang mulai terobsesi makanan bisa membahayakan kesehatan. Apa ciri-cirinya?

Rabu, 12 Mei 2010, 14:34 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni
Wanita makan spaghetti (inmagine)

VIVAnews - Semua orang butuh makan untuk bisa hidup sehat. Tetapi, jika seseorang mulai terobsesi makanan, justru bisa membahayakan kesehatan. Kegemukan, obesitas, hingga penyakit mematikan, adalah dampak serius dari obsesi terhadap makanan.

Biasanya kelainan makan ini muncul karena kondisi psikologis tidak stabil. Akibatnya, stres dan depresi yang tidak bisa diatasi dengan baik, disalurkan dengan cara negatif, yaitu makan dalam keadaan emosional.

Apa saja tanda-tandanya?

1. Makan saat mendengar kabar baik maupun buruk

Saat menghadapi tekanan, Anda pergi ke restoran favorit dan memesan menu makanan dalam porsi besar. Begitupun ketika sukses presentasi, Anda melampiaskan kebahagiaan dengan makan.

"Jika makanan adalah reaksi otomatis saat emosi berubah, itu adalah sinyal seseorang memiliki hubungan sosial yang tidak sehat dan kondisi psikisnya tidak stabil," kata Cynthia Bulik, PhD, Kepala 'Eating Disorders Program' di University of North Carolina School of Medicine, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Prevention.

2. Makan meskipun tidak lapar
Belum datang waktunya makan siang dan perut tidak terasa lapar sama sekali, tetapi Anda sibuk mencari makanan. Menurut Adrienne Ressler, dari Renfrew Center Foundation,pusat rehabilitasi kelainan makan, keadaan demikian menandakan seseorang 'lapar secara psikis'.

"Seseorang bisa makan saat bosan, sedih, depresi, stres atau emosi lainnya, meskipun tidak lapar," kata Bulik.

3. Tidak bisa mengontrol
Setelah makan besar, meskipun perut terasa kenyang tetapi hasrat untuk makan tetap tinggi dan akhirnya memesan makanan lagi. Hal ini menandakan Anda tidak dapat mengontrol nafsu makan Anda. Biasanya hal ini muncul karena Anda merasa bosan dengan kegiatan yang dilakukan dan mengatasinya dengan makan.

4. Makan berlebih saat sendiri
Saat berkumpul dengan teman-teman, Anda memesan salad atau makanan sehat. Tetapi ketika sendirian di rumah atau makan sendiri di restoran, Anda malah memesan makanan berlemak. Ada semacam kewajiban 'menjaga citra' bagi wanita saat makan. Hal ini membuat saat sendirian, justru makan berlebihan. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial