Bahaya Minuman Berenergi Saat Buka Puasa

Banyak orang kemudian tergiur minuman berenergi dengan maksud memulihkan lemas.

Senin, 30 Agustus 2010, 03:36 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
  (dok. Corbis)

VIVAnews - Berpuasa sepanjang hari memang menyebabkan badan merasa lemas. Banyak orang kemudian tergiur minuman tonik atau energi saat berbuka.

Namun, ahli gizi menyarankan agar tidak mengasup minuman energi setelah berbuka. Sebab, setelah puasa tubuh membutuhkan cairan untuk membersihkan dan mengisi kembali tubuh serta menyesuaikan dengan tingkat gula darah.

Seperti dikutip dari Arab News, Dr Khalid Madani, pengawas umum dari Departemen Gizi di Departemen Kesehatan Saudi Arabia, mengatakan, minuman berenergi tinggi gula dan kafein penyebab masalah kesehatan seperti gangguan ginjal, kerusakan hati, dan diabetes.

Konsumsi minuman tonik juga menyebabkan badan mengalami gejala seperti lelah, pusing, gelisah, dan sakit kepala parah. Air putih merupakan minuman yang paling dianjurkan saat berbuka.

Sebuah riset dari Nova Southeastern University Florida yang terbit dalam Jurnal Doctors and Sportsmedicine menyimpulkan, minuman energi menimbulkan efek merugikan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus-menerus.

Minuman energi mengandung 505 mg kafein dalam 355 ml atau setara dengan 14 kaleng soda. Angka ini jauh lebih tinggi dari ambang batas kafein yang diperbolehkan Badan Obat dan Makanan AS (FDA) sebesar 71 mg dalam 355 ml. Selain itu, kandungan gula dan taurin minuman energi sangat tinggi.

Stephanie Ballard, seorang peneliti AS mengatakan ada bukti minuman ini berkontribusi untuk berat badan dan beberapa penyakit lainnya. "Banyak orang berpikir bahwa seseorang tidak dapat overdosis pada kafein. Tetapi konsumsi kafein terlalu banyak bisa menyebabkan ketegangan, mengantuk dan gugup, osteoporosis, penyakit jantung, masalah vaskuler, komplikasi usus dan bahkan kematian," katanya.

Selama Ramadan, minuman berenergi laris manis di kawasan Timur Tengah. Permintaan minuman penambah tenaga tersebut mengalami kenaikan permintaan.

Baca juga: Apa Boleh Ciuman Saat Puasa?



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dangbayan
02/09/2010
ini sumber informasi tentang Stepahie Ballad, link nya http://www.elements4health.com/energy-drinks-may-be-contributing-to-the-obesity-epidemic.html
Balas   • Laporkan
dede
02/09/2010
Sebagai ’daily drink’ minuman energi hrs punya data-data ilmiah ttg manfaat dan keamanannya. Shg selama mengkonsumsi sesuai anjuran yang ada di kemasan minuman energi aman untuk dikonsumsi.
Balas   • Laporkan
dede
02/09/2010
Saat bulan puasa baiknya energy drink diminum sesudah makan, agar lambung dan pencernaan tak terganggu.
Balas   • Laporkan
dede
02/09/2010
Cara mengkonsumsi minuman energi yang tepat: jarak untuk minum kafein paling sedikit 6 jam dari minum sebelumnya, jangan diminum bersamaan dengan minuman yang juga mengandung kafein, dan konsumsi minuman energi jangan dalam keadaan perut kosong.
Balas   • Laporkan
dangbayan
02/09/2010
Karena penasaran saya coba telusuri artikel aslinya, ternyata sipeneliti Stephanie Ballard dalam alinea terakhir mengatakan bahwa kafein bila dikonsumsi dlm takaran sesuai anjuran memang bermanfaat sebagai performance booster. Ini link nya http://www.elem
Balas   • Laporkan
DD
02/09/2010
Mari bandingkan dengan minuman energi di Indonesia, kandungan kafein perkali minumnya hanya 50 mg dan ini masih dianggap aman untuk dikonsumsi, ini lebih kecil dari kandungan kafein dalam secangkir kopi (100-150mg). Cara mengkonsumsi minuman energi yang t
Balas   • Laporkan
dede
02/09/2010
Mari bandingkan dengan minuman energi di Indonesia, kandungan kafein perkali minumnya hanya 50 mg dan ini masih dianggap aman untuk dikonsumsi krn lebih kecil dari kandungan kafein dalam secangkir kopi (100-150mg).
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial