Tips Melacak Bakteri Dalam Air Isi Ulang

Meski harganya lebih terjangkau, cobalah teliti sebelum mengisi.

Selasa, 6 Januari 2009, 11:34 WIB
Petti Lubis
  (doc Corbis)

VIVAnews - Jika Anda termasuk pelanggan air minum isi ulang, cobalah teliti sebelum mengisi. Masalahnya, sejumlah depo air minum isi ulang di Jakarta dan sekitarnya diduga tercemar bakteri E. Coli. Wah, itu berarti bisa membahayakan kesehatan.

Nuri Andarwulan, Pengajar Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB, memberika tipsnya agar Anda tetap aman mengonsumsi air minum isi ulang.  

Apakah air minum isi ulang bisa langsung diminum?

Pada prinsipnya, air minum isi ulang yang banyak dijual itu layak dikonsumsi. Tapi, yang aman diminum adalah yang kualitasnya sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kotamadya Setempat.
Intinya, air yang layak diminum harus melewati 3 persyaratan kelaikan, yaitu dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi. Jika standar tersebut sudah terpenuhi, depo tersebut akan diberikan sertifikat izin dari Dinas Kesehatan tersebut.

Nah, agar tidak ragu, sebaiknya minta diperlihatkan sertifikat tersebut sebelum membelinya. Perhatikan juga masa waktu berlakunya, karena izin ini tidak berlaku selamanya. Tiap 6-12 bulan depo harus memeriksakan produknya. 

Bisakah air minum mengandung bakteri dapat dilihat secara kasat mata?

Tidak bisa. Untuk mengetahui apakah ada bakteri dalam air minum memang harus diteliti di laboratorium. Tapi, Anda bisa mendeteksi secara fisik apakah air layak diminum. Dari segi fisik, air minum tak boleh memiliki bau, rasa, dan warna (harus jernih).

Melalui tes laboratorium dapat diteliti dari segi kimia. Air minum harus bebas dari kandungan zat kimia berbahaya, seperti logam berat (air raksa atau merkuri (Hg), timbal (Pb) dan Au) aluminium, besi, serta klorida.

Sedangkan, dari segi mikrobiologi, air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri patogen (bersifat racun sehingga dapat menimbulkan penyakit). Bakteri yang tergolong patogen adalah E.coli, Salmonella typhii, dan sejenisnya. Karena telah mendapatkan proses sterilisasi, harusnya AMIU dapat langsung dikonsumsi.

Apa bahayanya mengonsumsi air minum yang telah terkontaminasi bakteri E. coli?
Kehadiran bakteri coliform (E.coli tergolong jenis bakteri ini) yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air.

Makin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, makin tinggi pula risiko kehadiran bakteri patogen, seperti bakteri Shigella (penyebab muntaber), S. typhii (penyebab tifus), kolera, dan disentri. 

Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis bakteri coliform dan bakteri lain yang bersifat patogen yang dapat menyebabkan diare, diare berdarah, kram perut, dan rasa mual.

Jadi, bagaimana agar tetap aman mengonsumsi air minum isi ulang?

Perhatikan sanitasi botol kemasan. Berikut langkah-langkahnya:
- Cuci botol kemasan dengan sabun pembersih alat dapur yang tidak beraroma. Tujuannya agar tidak mempengaruhi rasa air yang akan diisi nanti.

-  Setelah bersih dari air sabun, bilas botol dengan air panas (suhu 80 derajat Celcius).

- Lalu, tutup botol dengan rapat dengan plastik bersih. Buka tutup tersebut, tepat sebelum botol diisi air minum isi ulang, sehingga debu tidak mudah masuk.

Selain itu, lakukan usaha-usaha desinfeksi sendiri di rumah, misalnya rebus air minum isi ulang tersebut di atas api hingga mendidih selama minimum 2 menit.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Sofyan
03/06/2010
Beberapa perbedaan Industri AMDK dg Usaha AMIU al ; Sumber Air sbg bahan baku, Media & Material yg digunakan pd sistem pengolahan di Water Treatment, Tata cara & Ketentuan berproduksi yg baik, terakhir adalah maksud & tujuan usahanya !!!
Balas   • Laporkan
mario
26/05/2010
ya, ,...... ngeri deh,.... trus gemana nih?, air PAM semakin mahal, air sumur dah banyak tercemar, ......
Balas   • Laporkan
Edy Slamet
26/05/2010
tolong dong Dinas terkait untuk secara kontinu memperhatikan kelayakan dari para pedagang/ penyalur usaha AIR ISI ULANG. Karena kita sebagai warga sudah membayar pajak. Jadi perlindungan terhadap konsumen/ warganya tentu menjadi prioritas tanggung jawab d
Balas   • Laporkan
Yordan
26/05/2010
bukannya air isi ulang tersebut diambil dari air mata pegunungan dan disaring lagi sebelum diminum?? Lantas lebih baik mana air isi ulang atau Aqua galon dari pabrik???
Balas   • Laporkan
Kojer
26/05/2010
Bagaimanapun air rebusan sendiri tetap yang terbaik dan sehat....
Balas   • Laporkan
azaidi as
26/05/2010
Bgaimana dengan Air minum kemasan "AQUA" apa termasuk yang diragukan sterilnya terutama yang galon besar... dan apakah masih butuh direbus sampe mendidih... makasih...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial