Tradisi Pengantin Hantu di China

Di China, ada tradisi jasad bujangan harus dinikahkan lebih dulu sebelum dimakamkan.

Jum'at, 24 Februari 2012, 06:08 WIB
Anda Nurlaila
Pernikahan hantu turun temurun dalam budaya China (inmagine)

VIVAnews - Dalam tradisi China, seorang pemuda yang meninggal sebelum menikah tidak dapat berkeliling akhirat sebelum menikah. Maka, jenazah seorang pemuda harus dinikahkan lebih dulu agar bebas berkeliling di akhirat bersama pasangannya.

Seorang wanita asal Provinsi Hebei, dekat Beijing, menjadi 'pengantin hantu' setelah kematiannya pada liburan Imlek. Keluarganya memutuskan untuk menjual jenazah gadis ini dan dinikahkan dengan jenazah seorang pemuda.

Meski Mao Tse Tung mencoba membasmi praktek itu saat Partai Komunis berkuasa pada 1949, pasar gelap para pengantin jenazah di China tetap berlangsung hingga saat ini.

Seperti dimuat dalam Telegraph, jenazah si gadis dijual senilai £3.500 atau sekitar Rp49,7 juta untuk menjadi mempelai pada sebuah pernikahan roh. Usai pernikahan, tubuh keduanya kemudian dimakamkan bersama.

Namun, sekelompok pencuri jenazah kemudian menggali kuburannya dan menjualnya untuk dijadikan mempelai roh seorang bujangan yang meninggal di kota lain dengan harga Rp43 juta. Kepolisian setempat berhasil menangkap si pencuri.  

Pada tahun 2007, seorang pria ditangkap setelah membunuh dan menjual enam wanita sebagai pengantin roh. Dia mengklaim, "membunuh dan menjual tubuh lebih mudah daripada mencurinya dari kuburan." (hp).



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
vivianne.renata
05/03/2012
serem bgt...ada2 aja
Balas   • Laporkan
brakacut
24/02/2012
wkwkwkkwkwkwkwk,kalo mau comment di pkir dulu lah
Balas   • Laporkan
pengendarakegelapan
24/02/2012
wuiih...klakuan org2 pengangguran d cina. ga bsa maling yg mati, eeeehh..yg idup di matiin.
Balas   • Laporkan
qzoet | 25/02/2012 | Laporkan
sama ormas yang serbu rumah duka dan bunuh orang ??
darmadi lie
24/02/2012
ish,,,, mengerikan... DASAR PHYSCHO!! pantesan dibasmi MTT~!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial