VIVAnews - Antrian mengular memadati tenda-tenda putih di ruas Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Rintikan air hujan tak diindahkan orang-orang.
Kebanyakan dari mereka mengantri lebih dari 10 menit guna mencicipi jajanan khas Indonesia. Mereka tengah memanjakan diri dengan Festival Jajanan Bango 2009.
Ratusan penjaja makanan menyajikan aneka pilihan makanan tradisional. "Pilihan berdasarkan keunggulan pada resep warisan," kata Brand Manager Bango, Memoria Dwi Prasita di lokasi acara, Minggu, 24 Mei 2009.
Tur tahunan kali keempat ini, kata Memoria, tidak hanya mendatangkan penjaja makanan lokal. "Delapan Duta Bango juga ikut serta," kata dia.
Penjaja makanan dan jenis dagangan yang dimaksud antara lain, Kupat Tahu Gempol (Bandung), Soto Udang Medan RM Rinaldy (Medan), Tengkleng Solo Ibu Edi, Rujak Cingur Sedati Ibu Nur Aini (Surabaya), Sop Sodara (Makassar), Brongkos Ibu Suprih (Yogyakarta), dan Tahu Baso Ibu Puji (Ungaran, Semarang).
"Ini adalah kesempatan langka," kata Memoria. Festival kali ini juga menampilkan kesenian para petani kedelai hitam. Selain artis seperti Kris Dayanti.
Adapun Marketing Manager Spread Cooking Category & Savoury PT Unilever Indonesia, Adeline Ausy S Suwandi, mengatakan Festival kali juga untuk menggerakkan pariwisata Indonesia melalui wisata kuliner. "Kami menyadari makanan adalah bagian amat penting dari budaya," kata dia.
Selain di Jakarta, Festival ini juga akan dilaksanakan di Bandung dan Surabaya. Tahun lalu saja jumlah pengunjung sebanyak 680 ribu orang. Sementara total penghasilan penjaja makanan mencapai Rp 5 miliar.