VIVAnews – Dokter Utami Roesli SpA, dokter spesialis anak dari RS. St Carolus, Jakarta Pusat, mengatakan angka kematian bayi dan balita di Indonesia tergolong tinggi.
“Setidaknya, tiap 2,5 menit satu balita Indonesia meninggal,” kata Utami di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu 21 Juni 2009.
Tapi, kata Utami, angka kematian tetap dapat dilakukan. Caranya dengan Inisiasi Menyusui Dini dan memberikan Air Susu Ibu ekseklusif.
Utami mengatakan ASI merupakan kebutuhan paling penting bagi bayi menyusui. Dikatakan penting karena peranan ASI bagi bayi belum ada yang mampu menggantikannya.
“Belum ada temuan yang dapat menggantikannya. Kandungan ajaib itulah yang berguna menekan angka kematian bayi dan balita," ujar Utami.
Utami menambahkan sejak bayi terlahir, dia harus segera disusui karena kontak kulit bayi dengan ibu selama 1 jam, dapat mengurangi 22 persen kematian pada bayi.
Selain itu, pemberian ASI ekseklusif sampai enam bulan dan dilanjutkan sampai umur dua tahun, kata Utami, juga dapat meningkatkan IQ anak.
Bukan hanya itu, Inisiasai Menyusui Dini dan ASI ekseklusif tidak hanya dapat menekan angka kematian dan meningkatkan IQ, melainkan juga menurunkan angka kesakitan.
Anak yang mendapat inisiasi dan ASI ekseklusif 6-8 kali lebih jarang menderita kanker anak (Leukemia limphositik, Neuroblastoma, Lympoma Maligna).
Kemudian jika mendapat 16,7 kali lebih jarang terserang Pneumonia, resiko dirawat dengan sakit saluran pernafasan 3 kali lebih jarang dari bayi yang diberikan susu formula.
"Sebanyak 50 persen penyakit Asthma berkurang dan anak menjadi 16 kali lebih jarang dirawat di rumah sakit, " katanya.